“Soerabaia….” , sepenggal cerita dari sebuah nama

8 11 2009

7 abad silam hingga sekarang kota ini masih bernafas dengan gagahnya. dari ratusan, ribuan hingga jutaan masyarakatnya mewarnai lukisan-lukisan sejarah kota ini.

Kota yang dulunya lebih dikenal dengan nama Ujunggaluh ini mengalami 3 masa dalam perkembangan sejarah kotanya. Masa pra-kolonial, masa kolonial dan masa modern seperti sekarang ini. Adapun prasasti yang masih menyebutkan bahwasannya Surabaya dulunya adalah Ujunggaluh yakni prasasti Kelagen (abad XI) dimana prasasti tersebut dibuat atas perintah raja Airlangga tahun saka 959 atau 1037 masehi. Selain itu petunjuk lain yakni dari buku Chun-Fa-Chi karya Chau-Ju-Kua di tahun 1220 atau abad ke XIII. Dan juga ada dari kronik Cina dari Dynasti Yuan 1293.

prasasti klagen

Prasasti Kelagen abad XI

Lahirnya sebuah kota ini diawali peperangan Raden Wijaya melawan pasukan Tar Tar pimpinan Khu Bilai Khan di Pat-tsieh-kan yang sekarang lebih dikenal dengan desa Patjekan, letaknya di sekitar saringan air minum Wonokromo. Namun sebelum terjadi peperangan dengan pasukan Tar Tar, Raden Wijaya dengan tipu muslihatnya terhadap pasukan Tar Tar terlebih dahulu  bekerjasama menghancurkan Raja Jakatwang di Kadiri. Peristiwa pemusnahan pasukan Tar Tar sendiri terjadi pada hari minggu tanggal 31 Mei 1293.

percabangan sungai brantas

Percabangan sungai brantas (kali jagir wonokromo)

Inilah kemenangan terbesar Raden Wijaya. Karenanya untuk memperingati peristiwa penting tanggal 31 Mei 1293, Raden Wijaya membuat tanda kemenangan berupa penggantian nama dari Ujunggaluh menjadi Churabhaya (Surabaya).

Secara filosofi, Churabhaya berarti berani menghadapi tantangan dan bahaya. Tekad inilah yang dimiliki Raden Wijaya beserta pasukannya yang selalu memperjuangkan kedaulatan dan kebebasan bangsanya.

Masa pra kolonial, pada abad 14 dan 15 kerajaan Majapahit meraih kejayaan yang luar biasa.  Surabaya sendiri mengalami kemajuan yang sangat pesat pada perkembangan kota-nya. Surabaya juga menjadi pelabuhan sungai yang penting (sedangkan pelabuhan laut pada saat itu berada di Tuban).

Pada akhir abad 15 tercatat bahwa penduduk Surabaya kira-kira mencapai 5000 jiwa, yang tersebar dibeberapa tempat. Adapun letak dari pusat administratur kerajaan Majapahit dulunya di sekitar kawasan Pasar Besar, di tepi Barat sungai Kali Mas. Dikawasan ini pula perkampungan penduduk Majapahit tinggal.

Surabaya yang masih berusia masih dini menjadi pelabuhan kerajaan Majapahit yang paling sibuk, terutama masuknya saudagar dari Arab dan Cina. Kompleks inilah yang kemudian  oleh Pemerintah  Hindia Belanda dijadikan kampung Arab dan Kampung Pecinan.

Yang tumbuh pasti mati…, yang bersinar pasti redup…

Kerajaan Majapahit runtuh tahun 1526, dan Surabaya berada dalam kekuasaan Kesultanan Islam di Demak, Jawa Tengah.

Tahun 1546 sempat dibangun Kraton Surabaya oleh Pangeran Surabaya, dan kekuasaannya diserahkan kembali pada penguasa setempat. Pembangunannya di bekas lahan administrasi Majapahit.

Namun sayang, kerajaan otonom Surabaya berakhir tahun 1625. Surabaya diambil alih kerajaan Mataram dibawah pimpinan Sultan Agung. Kekuasaan kerajaan Mataram ini menyebar keseluruh pulau Jawa.

Masuknya VOC (Verenidge Oostindissche Compaigne) ke tanah Jawa khususnya ke Surabaya menandai lembaran awal masa kolonial dimulai.

VOC merupakan perusahaan dagang Belanda yang masuk pada tahun 1617. Pengaruhnya sangat besar pada perkembangan kota Surabaya ini, khususnya dalam bidang perdagangan yang lebih modern.

Pada tahun 1628 VOC tutup karena serangan dari Sultan Agung dari Mataram. Imbas dari serangan ini menyebabkan adanya kerenggangan hubungan antara Belanda dengan Mataram.

Tahun 1646 – 1677 VOC diijinkan beroperasi kembali di Jawa oleh penerus dari kerajaan Mataram, Amangkurat I.

Tahun 1677 – 1703 Amangkurat I digantikan tampuk kepemimpinannya oleh putranya, Amangkurat II.

Tahun 1677, Surabaya secara de facto dibawah kekuasaan VOC. Dengan adanya hak dagang yang diberikan Amangkurat II kepada VOC, menjadikan keleluasaan Belanda mengusai Surabaya mulai menjadi-jadi. Dan tentunya ini juga berpengaruh pada pembangunan perkembangan kota Surabaya sendiri.

Diawali dengan pembangunan benteng kecil disisi kiri sungai Kali Mas pada tahun 1678 oleh bangsa Belanda. Benteng yang diberi nama Benteng Belvedere berseberangan letaknya dengan Pecinan.

Beberapa tahun kemudian pembangunan kota mulai di laksanakan Belanda  seperti  komplek kota Soerabaia Belanda dengan  dikelilingi tembok yang berada disebelah benteng Belvedere. Dan seterusnya. Perubahan wajah kota era kolonial di mulai, baik dari segi pembangunan perkotaan, sosial, ekonomi, dan budaya. Mulai akhir abad ke 16 hingga pertengahan abad ke 20.

Selama 350 tahun perjalanan bangsa Indonesia dibawah bayang-bayang administrasi pemerintah Hindia Belanda. Memasuki abad 20 pembangunan semakin pesat, perkembangan kota semakin luas. Hal ini bisa dibuktikan salah satunya dari pembangunan wilayah pemukiman orang Eropa di wilayah selata kota.  Surabaya mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga sekarang.

Tak selamanya roda terus  berjalan, pada saatnya berhenti….”

Era kolonial baru bisa diakhiri pada saat meletusnya peperangan 10 November tahun 1945. Tewasnya seorang Jenderal besar Mallaby menumbuhkan semangat baru dalam menata kehidupan masyarakat Surabaya.

Pelan tapi pasti, pembangunan Surabaya di mulai. Bukan hanya pembangunan perkotaannya saja, sosial, ekonomi dan budaya lebih ditekankan. Hingga kini era modern telah dimulai…


Aksi

Information

8 responses

10 11 2009
topic

mari kita selamatkan surabaya kawan…

15 11 2009
ucup

SEMANGAT…………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
prend mngkn saat ini ucup sadari mngkn ne cm sekedar pengenalan bg FASADE.
ojo suwi2……….ayo laksanakan.

15 11 2009
fasadesurabaya

ok Bro… Makasi atas semangatnya..
MARI KITA BERJUANG MENGEMBALIKAN IMAGE KOTA SURABAYA SEBAGAI HEROES CITY…..
SURABAYA BUTUH KITA!!!!!!!!!

15 11 2009
unyinggg

sipppppppppppppppppp

16 11 2009
halim

ciayoooooo!!!! keep fighting yeah…!!!

i’m really surprise about this blog… and ur idea to caring cagar budaya in Surabaya is really good…
this era, people in the world needs young people like you… i think Surabaya have amazing history… and i hope u can always continue this program…

if u have a free time, we can meet and you can tell me about Surabaya and guide me to see cagar budaya Surabaya..
i want get a lot of story about Surabaya because i hope i can share Surabaya’s story to my friends in Malaysia… some moment i was visited Surabaya, i hope i can visit Surabaya again..

don’t never give up,and don’t stop to always learn about Surabaya’s history…
not easy to do this, friends.. but i’m really apreciate about what do you do…
i’ll always waiting new information in ur blog.. okey….???

nice to see u..

my regards,
halim (genting, malaysia)

18 11 2009
admin

Dear Mr.Halim,

We just said, thank u for your attention.
When u visit Surabaya again, please contact us by email on fasade.online@yahoo.com
We will glad to see u soon to share about our history of Surabaya.

Best regards,

Fasade

16 11 2009
nita

fasade… cagar budaya Surabaya… it’s so interesting to me..!!
setelah baca blog ini jadi bertanya-tanya sendiri dalam hati…?? lahir dan besar di Surabaya ternyata tidak menjamin seseorang tau Surabaya sampe ke akar-akarnya ya… berarti belom sah 100% disebut arek suroboyo iki rek!! gyaaaaaaa.. ^_^ huahahhaha..!! paling yang tau cuma Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, Kya-kya.. gak tau karena dari kecil waktu SD yg dibahas cuma tempat-tempat itu atau memang tidak banyak pihak yang concern tentang hal ini…

dari blog ini, paling tidak minimal orang-orang tau bahwa tidak hanya Surabaya sebutannya kota pahlawan atau yg sekarang jadi kota mal (coba deh itung mal di surabaya ada berapa).. tapi juga Suraya mempunyai banyak sekali peninggalan yg berharga dan punya nilai sejarah tinggi..

coba deh pikir di indonesia, kota yg sebutannya kota pahlawan itu ya Surabaya.. otomatis ada banyak hal heroik yg terjadi di kota ini tak terkecuali benda peninggalanya.. jadi hal yg perlu diacungi jempol buat kalian2 (fasade) yg mau ikut ambil tidak hanya suara tapi juga bagian secara nyata dan aplikatif untuk membuat orang paling tidak mengetahui klo tidak hanya sebatas Tugu Pahlawan, Hotel Majapahit, Jembatan Merah sebagai peninggalan bersejarah tapi cagar budaya yg lain…

banyak tempat-tempat peninggalan di Surabaya yang sebenarnya cagar budaya tapi karena mungkin kurang sosialisasi dan kepedulian jadi banyak orang yg gak tau klo itu sebenarnya cagar budaya… coba deh hal-hal seperti itu yg kalian perhatikan juga… bukan sok bijak sih, tapi mau kasi saran.. hihihihiihihi….

finally, i hope u always do the best for Fasade…
memang jalan yg ditempuh tidak mudah tapi aku percaya if there’s a will, there’s a way…!!!!!!

maju terus ya…. ^_______^

25 08 2010
boy

yoa… terus berjuang

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: